Ayat-ayat cinta halaman 191-200

Monday, March 10th, 2008

yang dipuji Tuhan. Sedangkan bermesraan dengan perempuan yang tidak halal
adalah dosa yang dilaknat Tuhan.
Tuhan telah membukakan pintu-pintu kenikmatan yang mendatangkan
pahala, maka alangkah bodohnya manusia yang menyia-nyiakannya. Lebih bodoh
lagi yang memilih pintu dosa dan neraka.
Sambil memandang keindahan panorama sungai Nil malam hari, tanpa
kuminta Aisha mulai bercerita tentang dirinya, ibunya dan ayahnya,
“Kurasa ibuku adalah wanita paling […]

Ayat-ayat cinta halaman 181-190

Monday, March 10th, 2008

barakah diiringi lantunan thalaal badru. Gerimis di hatiku tidak mau berhenti. Air
mata terus saja meleleh. Aku kini telah memiliki seorang isteri. Subhanallah, wal
hamdulillah, wa laa ilaaha illallah, Allahu akbar!
* * *
Seperti kesepakatan setelah akad nikah kami tidak langsung zafaf. Malam
zafaf adalah setelah walimah. Dua hari lagi. Sampai rumah teman-teman
menggodaku habis-habisan. Aku tanyakan pada mereka apa […]

Ayat-ayat cinta halaman 151-160

Monday, March 10th, 2008

shalih bukan pemuda yang kaya. Sekarang pulanglah, pikirlah dengan matang.
Jika kau mantap dengan jawabanmu siap menikah atau tidak secepatnya datanglah
kau menemuiku. Jika kau mantap, maka akan aku pertemukan kau dengan
walinya dahulu, jika tidak, maka aku akan mencarikan yang lain.” Kata-kata
Syaikh Utsman yang berwibawa itu merasuk dan mendesir hebat dalam jiwaku.
Sampai di rumah hatiku masih terasa […]

Ayat-ayat cinta halaman 141-150

Monday, March 10th, 2008

Dengan senang hati, Dokter Ramzi memenuhi permintaanku. Aku
digeledek ke ruang rontgen. Dua orang perawat mengangkatku ke meja yang
menyatu dengan alat foto berukuran besar itu. Seorang petugas mengepaskan titik
fokus di kepalaku. Aku di foto dalam tiga posisi. Lalu dibawa kembali ke kamar.
Sampai di kamar sudah ada Maria dan keluarganya. Maria menatapku
dengan wajah sedih, juga Yousef, Tuan Boutros […]

Ayat-ayat cinta halaman 131-140

Monday, March 10th, 2008

Maria mengangguk dan melangkah keluar. Ia tidak membawa serta tas
kecilnya.
“Saif, kenapa kau tinggalkan aku sendirian dengan Maria? Kenapa dia
yang menunggui aku? Dia bukan mahramku.” Aku memaksakan diri untuk
bersuara agak keras. Saiful sepertinya tahu kalau aku marah dan tidak berkenan.
“Maafkan saya Mas. Keadaannya darurat. Aku belum tidur sama sekali
semalam dan perutku perih sekali. Kebetulan Maria datang,” […]