Ayat-ayat cinta halaman 131-140

Monday, March 10th, 2008

Maria mengangguk dan melangkah keluar. Ia tidak membawa serta tas
kecilnya.
“Saif, kenapa kau tinggalkan aku sendirian dengan Maria? Kenapa dia
yang menunggui aku? Dia bukan mahramku.” Aku memaksakan diri untuk
bersuara agak keras. Saiful sepertinya tahu kalau aku marah dan tidak berkenan.
“Maafkan saya Mas. Keadaannya darurat. Aku belum tidur sama sekali
semalam dan perutku perih sekali. Kebetulan Maria datang,” […]

Ayat-ayat cinta halaman 121-130

Monday, March 10th, 2008

Malam ini, sementara teman-teman terbang ke zaman Ashabul Kahfi,
mereka berdialog dengan pemuda-pemuda pilihan itu, aku malah berlayar di
lautan kata-kata yang disusun Ibnu Qayyim. Aku harus membaca dengan teliti dan
mengedit tulisan sebanyak 357 halaman. Tengah malam aku kelelahan. Aku
istirahat dengan melakukan shalat. Ketika sujud kepala terasa enak. Darah
mengalir ke kepala. Syaraf-syarafnya menjadi lebih segar. Kudengar teman-teman
bertasbih […]

Ayat-ayat cinta halaman 111-120

Monday, March 10th, 2008

adalah bukan hadits. Itu adalah perkataan seorang Sufi namanya Basyir Al Hafi.
Sebagaimana dijelaskan dengan seksama dalam kitab Kasyful Khafa. Itu adalah
pendapat pribadi Basyir Al Hafi yang kemungkinan besar terpengaruh oleh
perkataan para pendeta Roma. Itu bukan hadits tapi disiarkan oleh orang-orang
yang tidak memahami hadits sebagai hadits. Bagaimana mungkin Islam akan
menghinakan perempuan sebagai perangkap setan padahal dalam […]

Ayat-ayat cinta halaman 101-110

Monday, March 10th, 2008

lembut. Agar tidak mencurigakan, Noura diminta Syaikh Ahmad memakai cadar.
Nurul dan teman-temannya diminta tidak turun ke bawah. Cukup melihat dari
jendela saja. Kami berempat turun. Syaikh Ahmad masuk mobil diikuti isteri dan
Noura. Aku mengucapkan salam dan selamat jalan. Kali ini Noura memandang
diriku agak lama. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya. Aku terus berdoa
semoga […]

Ayat-ayat cinta halaman 91-100

Monday, March 10th, 2008

bintang-bintang kelihatan. Restauran ini ada dua bagian. Bagian tertutup dan
bagian terbuka. Mejanya juga beraneka. Namun warnanya sama. Ada yang untuk
dua orang. Empat orang. Dan ada yang bundar untuk enam orang. Kami memilih
dua meja bundar yang berdekatan. Tuan Boutros, Madan Nahed, dan Maria telah
duduk satu meja terlebih dahulu. Aku mengajak Yousef duduk di meja yang
satunya. Teman-teman […]