Archive for the 'Novel' Category

Ayat-ayat cinta halaman 201-210

Monday, March 10th, 2008

matanya berbinar-binar
alangkah indahnya
bibirnya,
mawar merekah di taman surga
Kami lalu memainkan melodi cinta paling indah dalam sejarah percintaan
umat manusia, dengan mengharap pahala jihad fi sabilillah, dan mengharap
lahirnya generasi pilihan yang bertasbih dan mengagungkan asma Allah Azza wa
Jalla di mana saja kelak mereka berada.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Seakan-akan bidadari itu seperti permata Yajut dan marjan.
Maka nikmat […]

Ayat-ayat cinta halaman 191-200

Monday, March 10th, 2008

yang dipuji Tuhan. Sedangkan bermesraan dengan perempuan yang tidak halal
adalah dosa yang dilaknat Tuhan.
Tuhan telah membukakan pintu-pintu kenikmatan yang mendatangkan
pahala, maka alangkah bodohnya manusia yang menyia-nyiakannya. Lebih bodoh
lagi yang memilih pintu dosa dan neraka.
Sambil memandang keindahan panorama sungai Nil malam hari, tanpa
kuminta Aisha mulai bercerita tentang dirinya, ibunya dan ayahnya,
“Kurasa ibuku adalah wanita paling […]

Ayat-ayat cinta halaman 181-190

Monday, March 10th, 2008

barakah diiringi lantunan thalaal badru. Gerimis di hatiku tidak mau berhenti. Air
mata terus saja meleleh. Aku kini telah memiliki seorang isteri. Subhanallah, wal
hamdulillah, wa laa ilaaha illallah, Allahu akbar!
* * *
Seperti kesepakatan setelah akad nikah kami tidak langsung zafaf. Malam
zafaf adalah setelah walimah. Dua hari lagi. Sampai rumah teman-teman
menggodaku habis-habisan. Aku tanyakan pada mereka apa […]

Ayat-ayat cinta halaman 171-180

Monday, March 10th, 2008

“Kami berdua datang kemari memohon bantuanmu menyelesaikan suatu
masalah serius. Tidak masalah kami sebenarnya, tapi masalah seseorang yang
dekat dengan kami. Dan yang paling tepat untuk kami minta pertolongan adalah
engkau, Fahri. Kami sangat berharap engkau bisa membantu,” kata Ustadz Jalal.
“Kau saya diberi kemampuan untuk itu. Insya Allah. Masalah apa itu
Ustadz?”
“Ini masalah serius yang mengancam jiwa Nurul?”
Mendengar hal itu […]

Ayat-ayat cinta halaman 161-170

Monday, March 10th, 2008

“Akh Fahri, bagaimana, kau siap menerima Aisha sebagai isterimu?” tanya
Eqbal dengan suara tegas. Aku malah meneteskan air mata.
“Akh Eqbal, semestinya bukan aku yang kau tanya. Tanyalah Aisha,
apakah dia siap memiliki seorang suami seperti aku? Kau tentu sudah tahu siapa
aku. Aku ini mahasiswa yang miskin. Anak seorang petani miskin di kampung
pelosok Indonesia,” jawabku terbata-bata sambil terisak. […]