Lanjutan novel ayat-ayat cinta hal 21-30 (update tiap hari) mohon maaf, wordpress tidak sanggup menampung text yang banyak, sudah saya coba paste hal 21-40, tapi gagal, tampilan kosong.
Jadi terpaksa saya paste per 10 halaman, dari total 314 halaman.
Untuk melihat halaman sebelumnya bisa menggunakan category Novel di sebelah kanan.
(more…)
Lanjutan dari ayat-ayat cinta halaman 41-50
Halaman sebelumnya bisa di lihat di category Novel sebelah kanan.
4. Air Mata Noura
Meskipun cuma terlelap satu jam setengah, itu sudah cukup untuk
meremajakan seluruh syaraf tubuhku. Setelah satu rumah shalat shubuh berjamaah
di masjid, kami membaca Al-Qur’an bersama. Tadabbur sebentar, bergantian.
Teman-teman sangat melestarikan kegiatan rutian tiap pagi ini. Selama ada di
rumah, membaca Al-Qur’an dan tadabbur tetap berjalan, meskipun pagi ini
kulihat mata Saiful dan Rudi melek merem menahan kantuk.
Usai tadabbur Saiful, Rudi, dan Hamdi merebahkan diri di tempat tidur
masing-masing. Di musim panas, karena malamnya pendek, tidur selepas shubuh
adalah hal biasa bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia. Tidak putera, tidak
puteri, semua sama. Wa bilkhusus para aktivis yang sering begadang sampai
shubuh. Mereka para raja dan para ratu tidur pagi hari. Orang Mesir pun juga
banyak melakukan hal yang sama. Begitu mendengar azan shubuh mereka yang
tidak mau berjamaah langsung shalat lalu tidur dan bangun sekitar pukul setengah
sembilan. Kantor-kantor dan instansi benar-benar membuka pelayanan setelah
jam sembilan. Toko-toko juga banyak yang baru buka jam sembilan. Meskipun
tidak semua. Ada beberapa instansi dan toko yang telah buka sejak jam tujuh.
Yang paling disiplin buka pagi adalah warung penjual roti isy dan ful.53 Mereka
telah buka sejak pagi-pagi sekali.
(more…)